Harga tembaga diperkirakan tetap tinggi hingga Donald Trump memutuskan tarif impor tembaga rafinasi AS
Ringkasan Pasar AI
Tembaga tetap digerakkan oleh kebijakan seiring Departemen Perdagangan AS mengusulkan tarif impor tembaga rafinasi (15% mulai tahun depan, naik menjadi 30% pada 2028) dengan keputusan yang ditunda sehingga memperpanjang ketidakpastian. Pemosisian terkait tarif memusatkan persediaan di AS (COMEX pada rekor 696.000 ton) sementara stok LME turun 40%, menciptakan backwardation dan pasokan spot yang ketat. Hal ini meningkatkan volatilitas jangka pendek dan sensitivitas terhadap gangguan geopolitik serta gangguan pasokan.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO724COPPER2USD/USDT+0.26%
Wawasan AI · NCCO724COPPER2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Departemen Perdagangan AS mengusulkan tarif 15% untuk impor tembaga rafinasi mulai tahun depan, yang naik menjadi 30% pada 2028, dengan hasil investigasi yang semula dijadwalkan sebelum 30 Juni. Stok tembaga di COMEX melonjak ke rekor 696,000 ton, sementara persediaan di LME turun 40%. Tembaga spot LME berada di $14,737 per ton dan diperdagangkan dengan premi yang besar dibanding kontrak tiga bulannya, sehingga harga tetap bertahan tinggi.