20m yang laluComputershare: Banks and miners lead the charge as UK dividends reach record highThe team have upgraded the forecast for regular dividends to 3.4%, despite volatile special dividends and slower earnings growth22m yang laluFutures saham AS stabil, prospek Microsoft menahan kekhawatiran soal The FedKontrak berjangka saham AS bergerak stabil setelah Microsoft menyampaikan panduan pendapatan dan pertumbuhan bisnis cloud untuk kuartal fiskal berikutnya yang melampaui ekspektasi. Perusahaan juga memberikan proyeksi belanja modal yang lebih rendah dari perkiraan pasar, memperkuat keyakinan investor terhadap ketahanan arus kasnya. Saham Microsoft pun melonjak hampir 9% pada perdagangan pra-pasar. Sentimen tersebut mendorong futures Nasdaq naik 0,86%, membantu pasar keluar dari tekanan setelah koreksi sekitar 10% sebelumnya. Futures Dow Jones dan S\u0026P 500 turut menguat tipis. Di sisi lain, saham Meta merosot 9,2% setelah free cash flow anjlok 91% secara tahunan.24m yang laluSwiggy Q1 earnings: Net loss narrows to Rs 791 crore, revenue rises 37%Swiggy Q1 earnings: Revenue from operations surged 37% to Rs 6812 crore in Q1 against Rs 4961 crore on a year on year basis. EBITDA loss fell to Rs 650 crore in Q1 against Rs 945 crore in Q1 of the previous fiscal.25m yang laluC2C Advanced Systems uploads H2 FY26 earnings call audio recordingC2C Advanced Systems Limited has made the audio recording of its earnings conference call for H2 FY 2025–26 available online. The call, held on July 27, 2026, covered financial results, operational highlights, and future outlook. The transcript will be uploaded later.26m yang laluLeela Palaces promoters pledge 55.91% stake to secure $500M loanLeela Palaces Hotels & Resorts promoters have pledged 55.91% of the company's stake, totaling 18.67 crore shares, to secure a $500 million term loan. The pledge, executed on June 24, 2026, involves seven promoter entities and provides a security cover ratio of 1.93 against the loan amount.26m yang laluApollo Pipes Catat Rugi Bersih pada Q1 FY27, Gejolak Harga PVC Tekan KinerjaApollo Pipes membukukan rugi bersih sebesar 250 juta rupee India pada kuartal pertama FY27, berbalik dari laba bersih 1,25 miliar rupee pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan naik 7,4% (yoy) menjadi 29,5 miliar rupee, tetapi EBITDA anjlok 85,3% menjadi 303 juta rupee sehingga margin EBITDA menyempit ke 1,03%. Volume penjualan turun 3% menjadi 24.477 ton. Perseroan menilai volatilitas harga PVC yang tinggi menjadi faktor utama yang mengganggu stabilitas profitabilitas. Saham ini merupakan aset tradisional yang tercatat di India, dengan kode kandidat ONUS.27m yang laluDewan Kanel Industries setujui rights issue hingga ₹17 crore untuk perkuat ekuitasDewan Direksi Kanel Industries pada 30 Juli 2026 menyetujui rencana penerbitan saham baru melalui rights issue dengan nilai maksimum ₹17 crore. Saham yang diterbitkan memiliki nilai nominal ₹10 per saham. Perseroan menyatakan telah mengantongi persetujuan pemegang saham melalui pemungutan suara via pos (postal ballot) dengan hasil 100% mendukung resolusi khusus. Perseroan juga memperoleh persetujuan regulator berdasarkan ketentuan SEBI ICDR. Rights issue ini ditujukan untuk memperkuat basis permodalan dan mendukung kebutuhan operasional ke depan, sebagai langkah pendanaan ekuitas yang bersifat rutin.42m yang laluKonflik Laut Hitam Memanas: Serangan Drone Ganggu Ekspor Gandum RusiaSerangan drone Ukraina menghantam terminal ekspor gandum di Pelabuhan Taman, Rusia. Fasilitas yang dioperasikan oleh perusahaan agribisnis besar Demetra itu memiliki kapasitas penanganan hingga 5 juta ton per tahun. Aktivitas pelayaran di Selat Kerch dan Laut Azov dilaporkan terhenti sepenuhnya, padahal jalur tersebut sebelumnya menanggung sekitar seperempat ekspor gandum Rusia. Para eksportir Rusia kini dipaksa mengalihkan pengiriman ke pelabuhan laut dalam di Laut Hitam, dengan risiko serangan lanjutan tetap membayangi. Gangguan ini segera menekan rantai pasok gandum global dan mendorong kenaikan harga gandum di pasar internasional.43m yang laluVedanta umumkan pemisahan bisnis properti ke entitas baru yang akan tercatatRaksasa pertambangan India Vedanta mengumumkan rencana pemisahan (demerger) bisnis real estatnya ke perusahaan baru yang akan melantai di bursa, VPPL. Pemegang saham Vedanta akan menerima saham VPPL dengan rasio 20:1. Kontribusi unit properti ini tergolong sangat kecil. Pada tahun fiskal 2026, pendapatannya hanya mencapai 126 juta rupee, setara 0,001% dari pendapatan mandiri Vedanta pada periode yang sama. Aset utama unit tersebut mencakup sekitar 2.200 acre lahan industri serta 55.000 kaki persegi properti komersial dan residensial. Dengan skala yang minim, langkah ini dinilai tidak mencerminkan aksi korporasi bermakna atau perubahan strategi. Transaksi tersebut juga tidak memiliki hubungan langsung dengan mekanisme transmisi harga pada aset keuangan konvensional.45m yang laluBombardier pangkas utang jangka panjang ke level terendah 15 tahun berkat permintaan yang kuatBombardier, produsen pesawat asal Kanada, menurunkan utang jangka panjangnya menjadi US$4,05 miliar per akhir Juni 2026, terendah dalam 15 tahun. Sepanjang paruh pertama tahun ini, perusahaan telah memangkas utang sebesar US$1,1 miliar. Pada kuartal terbaru, Bombardier membukukan laba bersih US$191 juta dengan pendapatan US$2,15 miliar. Kapitalisasi pasar perusahaan kini melampaui US$36 miliar. Perbaikan kinerja keuangan ini mencerminkan hasil awal dari strategi perusahaan yang memfokuskan bisnis pada penjualan dan layanan jet bisnis, serta menjadi contoh penguatan fundamental pada aset tradisional (saham individual).