Harga minyak hapus kenaikan setelah tanker tetap melintasi zona konflik Timur Tengah
Ringkasan Pasar AI
Brent dan WTI melemah setelah lonjakan yang dipicu perang pada sesi sebelumnya, seiring data pengapalan menunjukkan arus tanker yang berlanjut melalui Bab el-Mandeb serta ekspor yang terbatas namun tidak sepenuhnya terhenti, sehingga meredakan kekhawatiran gangguan pasokan dalam jangka dekat. Namun, risiko eskalasi tetap tinggi karena serangan meluas di seluruh kawasan, akses Hormuz tetap terbatas, dan ancaman keamanan di Laut Merah meluas. Harga dalam jangka dekat kemungkinan akan tetap didominasi oleh premi risiko geopolitik dan pembaruan rute transportasi.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT+1.77%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Kontrak berjangka Brent turun 1,42% ke US$89,45 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,66% ke US$83,90. Pada sesi sebelumnya, keduanya sempat melonjak hampir 8% seiring eskalasi perang terkait Iran. Data pelayaran menunjukkan 39 kapal komoditas melintasi Selat Bab el-Mandeb menuju Laut Merah pada Selasa, level tertinggi sejak 19 Juli, sementara kapal yang melintas Selat Hormuz hanya sedikit. Dinamika ini mengindikasikan jalur pelayaran utama belum mengalami gangguan berat, sehingga meredakan kekhawatiran jangka pendek atas potensi terputusnya pasokan minyak.