Kegagalan Senat untuk melanjutkan CLARITY Act memperkuat ketidakpastian regulasi jangka pendek, memicu aksi jual pada XRP yang lebih tajam dibanding pasar yang lebih luas serta tanda-tanda positioning yang agresif (cumulative volume delta negatif). Sementara Ripple berargumen bahwa landasan hukum token tersebut di AS tidak berubah dan produk ETF tetap tersedia, pemungutan suara itu menunda kejelasan tambahan terkait struktur pasar, sehingga arus dana dan selera risiko tetap menjadi pendorong utama jangka pendek bagi XRP dan sentimen altcoin terkait.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
XRP/USDT+0.36%
Wawasan AI · XRP/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Kegagalan CLARITY Act melewati pemungutan suara cloture di Senat AS pada Selasa menekan pasar kripto. XRP menjadi salah satu yang paling terpukul: sempat jatuh lebih dari 8% dan turun di bawah US$1,30, mencetak level terendah bulanan.
Tekanan tidak hanya terlihat dari harga. Koreksi ini juga mendorong cumulative volume delta anjlok ke minus 10,5 juta, sinyal bahwa penurunan terjadi lebih dalam dari sekadar aksi ambil untung biasa.
Setelah pasar mulai mencerna kejutan regulasi tersebut, CryptoPotato menanyakan kepada ChatGPT mengenai prospek XRP serta level harga kunci yang dapat menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Regulasi Tertunda, Bukan Berakhir
ChatGPT menilai kegagalan pada 15 September untuk melanjutkan pembahasan di Senat tidak otomatis membuat RUU tersebut batal permanen. Untuk saat ini, perhatian kembali tertuju pada dua regulator utama, SEC dan CFTC, yang tetap melanjutkan penyusunan aturan kripto dengan kewenangan yang sudah ada.
Meski aturan tingkat lembaga dapat lebih mudah diubah oleh pemerintahan berikutnya—membuat CLARITY tetap penting—konteks XRP dinilai berbeda. CEO Ripple Brad Garlinghouse menyatakan setelah voting bahwa bisnis dan momentum perusahaan tetap terjaga. Ia juga menegaskan dasar hukum XRP di AS tidak berubah akibat hambatan di Senat.
Posisi XRP memang membaik dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah berakhirnya gugatan antara SEC dan perusahaan di balik token tersebut terkait statusnya. Selain itu, produk institusional berbasis XRP sudah diperdagangkan, dengan ETF tercatat menarik lebih dari US$1,7 miliar dalam waktu kurang dari setahun.
Menurut ChatGPT, kegagalan Kongres menyepakati kerangka struktur pasar utama lebih bersifat menunda lapisan kepastian berikutnya, bukan menghapus kemajuan yang sudah terjadi.
Peta Jalan Selanjutnya
ChatGPT memperkirakan XRP akan membutuhkan waktu untuk memulihkan kepercayaan, alih-alih langsung melanjutkan reli pertengahan Agustus yang sempat mengangkat harga hingga US$1,70.
Skenario yang dianggap paling mungkin adalah fase konsolidasi di kisaran US$1,25 hingga US$1,50, sembari pelaku pasar mencerna hasil voting dan memantau arus dana ETF. Jika XRP mampu pulih dan bertahan di atas US$1,50, peluang menguji ulang puncak terbaru US$1,70 dinilai terbuka. Dorongan permintaan institusional yang kembali menguat dan kekuatan altcoin yang lebih luas berpotensi membawa level US$2,00 kembali relevan.
Di sisi lain, skenario bearish mengarah pada penurunan ke sekitar US$1,20 bila arus ETF memburuk dan momentum pasar kembali melemah.
Artikel "Where Does XRP Go After the CLARITY Setback? ChatGPT Maps the Key Scenarios" pertama kali terbit di CryptoPotato.