Pasar menanti pembicaraan AS–Iran; harga minyak dunia anjlok
Ringkasan Pasar AI
Kontrak berjangka minyak mentah anjlok tajam seiring pasar memperhitungkan berkurangnya risiko geopolitik dan potensi tambahan pasokan secara bertahap setelah laporan bahwa AS dan Iran akan segera menggelar pembicaraan, menyusul pembatalan serangan yang direncanakan. Pergerakan tersebut memicu penurunan intrahari yang curam pada WTI dan Brent, menandakan kompresi premi risiko yang cepat. Harga minyak dalam jangka pendek dapat tetap sangat sensitif terhadap tajuk berita negosiasi dan perubahan yang dipersepsikan pada risiko pasokan Timur Tengah.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILWTI2USD/USDT-2.49%
Wawasan AI · NCCO1OILWTI2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
ME News melaporkan, pada 3 Agustus (UTC+8), harga berjangka minyak mentah internasional jatuh tajam pada awal perdagangan sore 2 Agustus waktu Timur AS, seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Amerika Serikat dan Iran akan segera menggelar putaran negosiasi baru.
Hingga pukul 19.00 ET pada 2 Agustus, kontrak WTI pengiriman September di New York Mercantile Exchange turun ke level terendah US$74,78 per barel, merosot US$5,89 atau 6,96% dari penutupan sesi sebelumnya. Kontrak Brent pengiriman Oktober di London ICE Futures Exchange melemah ke US$81,55 per barel, turun US$6,38 atau 7,26% dari penutupan sebelumnya.
Pada sore 2 Agustus, Presiden AS Trump mengatakan kepada wartawan di atas Air Force One bahwa AS akan menggelar perundingan dengan Iran pada hari berikutnya. Sehari sebelumnya, Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terhadap Iran. (Sumber: ODAILY)