Tiga Peretasan Kripto dalam 24 Jam Gerus Lebih dari $35 Juta dari Sejumlah Protokol
Ringkasan Pasar AI
Serangkaian tiga eksploit DeFi dalam 24 jam menguras ~$35.5M, menegaskan bahwa jembatan lintas-rantai tetap menjadi titik lemah keamanan sistemik. Insiden terbesar melibatkan ~$24.15M USDC di Arbitrum, yang kemudian ditukar menjadi ~12,467.5 ETH, sementara tekanan jual B2 mendorong penurunan token >15% dan Verus mengalami pelanggaran berulang. Pola ini biasanya memperketat selera risiko dan dapat menekan likuiditas di seluruh DeFi.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
ETH/USDT-1.42%
Wawasan AI · ETH/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Tiga protokol kripto dibobol dalam rentang 24 jam, dengan total kerugian melampaui $35,5 juta. Korbannya tersebar di tiga jaringan berbeda, dengan tiga pola serangan berbeda, tetapi mengarah pada kesimpulan yang sama: jembatan (bridge) masih menjadi titik paling rapuh di dunia DeFi.
Serangan terbesar menimpa AFX, protokol berbasis Arbitrum, yang kehilangan sekitar $24,15 juta dalam USDC akibat eksploitasi bridge pada 22 Juli. Di BNB Chain, BSquaredNetwork kehilangan $3,86 juta dalam token B2. Sementara itu, bridge lintas-chain Verus di Ethereum kebobolan $7,55 juta. Kasus Verus makin mengkhawatirkan karena protokol yang sama sudah pernah dieksploitasi sekitar $11,58 juta pada Mei 2026.
Rangkaian insiden
Pada kasus AFX, penyerang menguras $24,15 juta USDC dari infrastruktur bridge di Arbitrum. Dana kemudian dipindahkan ke Ethereum dan ditukar menjadi sekitar 12.467,5 ETH.
Di BSquaredNetwork, nilai serangannya lebih kecil, tetapi dampaknya terasa di pasar. Token B2 senilai $3,86 juta ditukar menjadi lebih dari 5.000 WBNB, lalu dikonversi lagi menjadi sekitar 1.128 ETH. Aksi jual besar-besaran memicu tekanan harga, membuat B2 anjlok lebih dari 15%.
Untuk Verus, kerugian $7,55 juta pada 23 Juli menjadi alarm tersendiri. Ini adalah bridge lintas-chain yang sama yang mengalami eksploitasi sekitar $11,58 juta pada Mei 2026. Artinya, Verus telah kehilangan lebih dari $19 juta dalam kira-kira dua bulan, yang mengindikasikan adanya kerentanan keamanan yang kemungkinan saling terkait.
Perusahaan keamanan blockchain PeckShield termasuk pihak yang paling awal menandai setiap insiden tersebut melalui temuan on-chain.
Kuartal yang berat bagi keamanan kripto
Tiga peretasan ini terjadi di tengah memburuknya tren keamanan. Data TRM Labs menunjukkan paruh pertama 2026 mencatat rekor 207 insiden keamanan. Pada Q2 saja, total $764 juta dicuri dalam 67 insiden, dengan kelemahan operasional disebut sebagai permukaan serangan utama.
Vitalik Buterin sudah menyoroti risiko keamanan bridge sejak 2022, dengan argumen bahwa masa depan multichain tidak akan memiliki asumsi kepercayaan yang sama seperti aplikasi single-chain.
Implikasi bagi investor
Penurunan harga B2 lebih dari 15% menjadi contoh dampak pasar yang paling cepat terlihat. Tiga protokol diretas dalam satu hari cenderung menekan selera risiko di ekosistem DeFi secara luas.
Kerugian $764 juta yang hilang pada Q2 2026 bukan sekadar angka. Itu adalah modal yang keluar dari ekosistem, yang semestinya bisa mendanai pengembangan, menyediakan likuiditas, dan menopang pasar pinjaman.
Bagi investor ritel, kasus Verus menjadi pelajaran paling jelas: protokol yang sudah pernah diretas lalu kembali terkena sebelum kerentanan benar-benar ditangani memberi sinyal kuat soal postur keamanannya. Peretasan pertama bisa dianggap nasib buruk. Yang kedua adalah informasi.