Strategy Jual Saham MSTR Senilai US$2,01 Miliar di Tengah Reli Bitcoin Tembus US$80.000
Ringkasan Pasar AI
Strategy menghentikan sementara transaksi Bitcoin dan sebagai gantinya menghimpun $2.0065B melalui penjualan saham MSTR ATM, mengalokasikan dana untuk pembelian kembali saham preferen dan buffer likuiditas USD yang lebih besar. Langkah ini mengurangi sinyal langsung atas tambahan permintaan spot korporat dalam waktu dekat meskipun BTC diperdagangkan di atas $80k, namun juga memperkuat fleksibilitas neraca sementara perusahaan tetap menjadi pemegang treasury BTC terbesar (840,447 BTC). Dalam jangka dekat, perhatian beralih ke strategi pendanaan dan refleksivitas ekuitas-ke-BTC.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+1.82%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Dalam sepekan terakhir, Strategy milik Michael Saylor tidak melakukan pembelian maupun penjualan Bitcoin, setelah sebelumnya beberapa kali melepas BTC dalam dua bulan terakhir. Perusahaan justru menghimpun likuiditas lewat penjualan saham.
Berdasarkan pengajuan Form 8-K terbaru, Strategy menjual 18.261.118 saham MSTR melalui program at-the-market (ATM) pada 17–23 Agustus. Transaksi tersebut menghasilkan dana bersih sebesar US$2,0065 miliar.
Dana hasil penjualan saham itu dialokasikan untuk beberapa pos. Sekitar US$136,4 juta digunakan untuk membeli kembali saham preferen STRC. Strategy juga menambah US$300 juta ke cadangan dolar AS yang sudah ada, sehingga totalnya menjadi sekitar US$5,1 miliar. Sisa dana memperbesar rekening USD Cash yang baru dibentuk; per 23 Agustus saldo akun tersebut tercatat US$1,59 miliar. Angka saldo itu mencakup estimasi penerimaan dari program ATM yang pada saat pelaporan belum sepenuhnya terselesaikan.
Langkah ini menunjukkan Strategy memilih menjual saham MSTR untuk meningkatkan likuiditas, bukan memakai dana tersebut untuk menambah kepemilikan Bitcoin. Kebijakan ini tidak berarti perusahaan meninggalkan strategi Bitcoin. Strategy tetap menjadi pemegang Bitcoin korporasi terbesar, dengan total 840.447 BTC bernilai sekitar US$67,82 miliar (BitcoinTreasuries.NET).
Perkembangan ini terjadi saat Bitcoin menembus level US$80.000. Pada saat pelaporan, BTC diperdagangkan di US$80.709,72, naik 5% dalam 24 jam terakhir. Strategy mencatat harga akuisisi rata-rata US$75.385 per BTC. Dengan harga tersebut, kepemilikan BTC perusahaan mencatat keuntungan bruto belum terealisasi sekitar US$4,47 miliar.
Kenaikan Bitcoin turut mengangkat kinerja saham MSTR. Data Google Finance menunjukkan MSTR ditutup pada US$122,63 pada 24 Agustus, menguat sekitar 25,5% dibandingkan sepekan sebelumnya. Reli berlanjut meski Strategy menerbitkan saham tambahan, dengan pemulihan Bitcoin menjadi pendorong utama.
Meski demikian, saham MSTR masih jauh di bawah posisi Mei. Sebagai pembanding, MSTR ditutup di US$195,94 pada 11 Mei. Ketidakpastian tetap ada, terlebih Saylor pernah mengingatkan investor untuk bersiap menghadapi potensi “tahun-tahun sulit.”
Ringkasnya, Strategy menghimpun US$2,0065 miliar dari penjualan saham MSTR dan membentuk rekening USD Cash dengan saldo US$1,59 miliar. Perusahaan tetap menjadi pemegang Bitcoin korporasi terbesar.