Standard Chartered Perluas Layanan Kustodian Kripto dan RWA ke Singapura

Ringkasan Pasar AI
Rencana Standard Chartered untuk memperluas layanan kustodian institusional di Singapura untuk mata uang kripto, stablecoin, dan aset dunia nyata yang ditokenisasi menandakan kelanjutan pembangunan infrastruktur yang dipimpin bank di pusat kekayaan utama Asia. Meski bergantung pada persetujuan regulator serta belum memiliki jadwal peluncuran atau daftar aset, langkah ini memperkuat institusionalisasi aset digital dan memperluas titik akses yang teregulasi untuk penyimpanan dan penerbitan instrumen yang ditokenisasi, yang dapat mendukung adopsi dan likuiditas secara bertahap.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-2.77%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Standard Chartered berencana menghadirkan layanan kustodian di Singapura untuk sejumlah mata uang kripto terpilih, stablecoin, serta aset dunia nyata yang ditokenisasi (real-world assets/RWA). Ekspansi ini memperluas bisnis aset digital bank tersebut yang sudah menjangkau sejumlah pusat keuangan global seperti Uni Emirat Arab (UEA), Luksemburg, dan Hong Kong. Dalam pengumuman pada Kamis, Standard Chartered menyebut layanan ini masih bergantung pada pemenuhan persyaratan regulasi yang berlaku. Layanan akan ditujukan bagi nasabah institusional dan nasabah korporasi yang berstatus accredited investor. Bank menegaskan, penawaran ini akan berada di bawah unit pembiayaan dan layanan sekuritas, bukan sebagai produk kripto ritel. Ole Matthiessen, global head of transaction services and digital assets Standard Chartered, mengatakan kustodian yang aman dan teregulasi merupakan fondasi penting bagi ekosistem aset digital. Ia menambahkan, seiring permintaan klien yang terus meningkat, bank akan melanjutkan investasi pada kapabilitas aset digital di pusat-pusat keuangan utama. Langkah ini bukan hal baru di kalangan bank global. BNY, misalnya, memperluas platform kustodian aset digitalnya untuk mencakup kustodian dan penerbitan (minting) USDC, lalu menambahkan layanan staking. Meski begitu, inisiatif Standard Chartered menandai perluasan penawaran kustodian ke Singapura—salah satu pusat pengelolaan kekayaan dan aset digital penting di Asia—serta secara eksplisit mencakup stablecoin dan aset yang ditokenisasi bersama aset kripto. Standard Chartered membangun bisnis ini melalui lengan kustodiannya, Zodia. Pada Mei, bank sepakat mengakuisisi sisa kepemilikan Zodia Custody, perusahaan yang didirikannya bersama Northern Trust. Bulan lalu, Standard Chartered juga mulai menawarkan perdagangan spot bitcoin dan ether untuk institusi melalui platform valuta asing cabang Dubai. Untuk Singapura, bank menyatakan layanan kustodian yang direncanakan akan mendukung klien di sepanjang siklus hidup aset, mulai dari penyimpanan aset tradisional hingga penerbitan dan penyimpanan versi tokenisasi dari aset tersebut. Patrick Lee, CEO Standard Chartered Singapura, mengatakan bank melihat meningkatnya permintaan institusional terhadap infrastruktur tepercaya untuk memindahkan dan mengamankan aset yang ditokenisasi. Pengumuman tersebut tidak merinci aset kripto, stablecoin, maupun produk tokenisasi apa saja yang akan didukung, serta belum mengungkap kapan layanan ini akan mulai berjalan.