Standard Chartered Jadi GSIB Pertama yang Sediakan Layanan Pencetakan USDC
Ringkasan Pasar AI
Kemitraan Standard Chartered dengan Circle menjadikannya GSIB pertama yang menawarkan pencetakan/penebusan USDC untuk institusi melalui satu alur onboarding bank, yang diluncurkan melalui DIFC. Hal ini mengurangi friksi operasional dibandingkan mempertahankan akun penerbit langsung dan memperkuat jalur stablecoin yang teregulasi untuk treasury, pembayaran lintas batas, dan penyelesaian onchain. Perkembangan ini menandakan integrasi stablecoin yang lebih dalam ke dalam infrastruktur perbankan tradisional, yang kemungkinan mendukung adopsi institusional yang lebih luas serta penggunaan likuiditas USDC.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCSKCRCL2USD/USDT+0.50%
Wawasan AI · NCSKCRCL2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Standard Chartered menggandeng Circle untuk menghadirkan layanan pencetakan (minting) dan penebusan (redemption) USDC bagi klien institusional—menjadikannya bank Global Systemically Important Bank (GSIB) pertama yang menawarkan layanan tersebut. Akses disediakan melalui operasi bank di Dubai International Financial Centre (DIFC), dengan proses onboarding tunggal yang membuat klien tidak perlu lagi membuka akun Circle terpisah.
Pada 2 Juli 2026, Standard Chartered mengumumkan kemitraan dengan Circle Internet Group, Inc. (NYSE: CRCL). Layanan ini ditenagai oleh Circle, penerbit USDC melalui entitasnya yang teregulasi. Peluncuran ini menempatkan Standard Chartered sebagai GSIB berlisensi pertama yang menyediakan akses minting dan redemption USDC untuk klien institusional yang memenuhi kriteria.
Kemitraan tersebut juga melanjutkan kolaborasi keduanya dalam inisiatif seperti Circle Payments Network (CPN), di mana Standard Chartered berkontribusi pada aspek efisiensi lintas negara, keamanan, dan kepatuhan.
Standard Chartered menyatakan kerja sama ini bertujuan mempercepat strategi aset digital dan menjawab meningkatnya permintaan stablecoin teregulasi dari investor institusional. Dengan mengintegrasikan infrastruktur USDC milik Circle ke dalam platform perbankan globalnya, bank memungkinkan klien mengelola minting dan redemption melalui satu hubungan perbankan. Skema ini dirancang untuk menyederhanakan onboarding, mempercepat pengelolaan likuiditas, mendukung pembayaran lintas negara, operasi treasury, serta penyelesaian transaksi onchain.
Roberto Hoornweg, CEO divisi Corporate and Investment Banking Standard Chartered, mengatakan, "Aset digital semakin menjadi bagian yang krusial dari infrastruktur keuangan global, dan klien institusional mengharapkan tingkat kepercayaan dan tata kelola yang sama seperti di pasar tradisional. Dengan peluncuran ini, kami membawa standar tersebut ke area baru yang terus berkembang dalam sistem keuangan."
Langkah Standard Chartered sebagai GSIB pertama yang menawarkan minting dan redemption USDC terintegrasi dipandang berpotensi mempercepat adopsi stablecoin di sektor perbankan global. Dimulai dari DIFC di Uni Emirat Arab, layanan ini dapat menjadi cetak biru bagi bank lain yang mencari solusi pembayaran berbasis blockchain yang teregulasi, penyelesaian lebih cepat, dan efisiensi lebih tinggi untuk transaksi lintas negara.
Seiring meningkatnya kejelasan regulasi, tren ini diperkirakan menguat. Dengan pemerintah memberikan panduan yang lebih jelas terkait stablecoin—termasuk rujukan pada GENIUS Act—bank dinilai makin nyaman memperluas layanan aset digital. Peralihan ini mendorong fokus pada deposito bertoken (tokenized deposits), kustodi digital, dan solusi pembayaran berbasis blockchain untuk menjawab perubahan kebutuhan nasabah dan pasar.
Proyeksi industri juga menunjukkan momentum kuat. Standard Chartered memperkirakan pasar stablecoin dapat mencapai US$2 triliun pada 2028, sementara Mordor Intelligence memproyeksikan nilainya menjadi US$1,16 triliun pada 2031. Meski tantangan seperti stabilitas keuangan dan risiko disintermediasi deposito tetap menjadi sorotan, bank yang mengadopsi stablecoin teregulasi seperti USDC dinilai berpeluang memperoleh keunggulan kompetitif dalam layanan keuangan digital.
Disklaimer: Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi. Artikel ini bukan merupakan nasihat keuangan atau bentuk nasihat apa pun. Coin Edition tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat penggunaan konten, produk, atau layanan yang disebutkan. Pembaca disarankan untuk berhati-hati sebelum mengambil tindakan apa pun terkait perusahaan.