Analis Wall Street Bidik SPCX Bisa Tembus US$800 usai SpaceX Masuk Nasdaq 100
Ringkasan Pasar AI
Pengangkatan pembatasan periode tenang pasca-IPO SpaceX beralih ke faktor fundamental karena target analis yang beragam menyoroti dispersi valuasi yang luar biasa tinggi serta risiko eksekusi yang signifikan. Masuknya ke Nasdaq100 memaksa permintaan pasif, mendukung arus jangka pendek, tetapi pelemahan saham menegaskan sensitivitas terhadap ekspektasi. Pengajuan ke FCC untuk meningkatkan skala menjadi 100.000 satelit memperkuat narasi pertumbuhan jangka panjang sekaligus meningkatkan intensitas modal dan menjadikan pencapaian teknologi (Starship, Starlink, layanan yang terhubung dengan AI) sebagai penggerak utama.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSKSPCX2USD/USDT-3.72%
Wawasan AI · NCSKSPCX2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
SpaceX menjadi sorotan Wall Street setelah masa "quiet period" pasca-IPO Juni berakhir dan sejumlah analis mulai menerbitkan cakupan perdana. Pada saat yang sama, saham berkode SPCX resmi masuk indeks Nasdaq 100, sehingga dana yang melacak indeks tersebut perlu menambah kepemilikan untuk menyesuaikan bobot.
SPCX diperdagangkan di US$151,74, turun 5,41%, setelah mengoreksi sebagian reli pasca-IPO. Saham sempat melonjak dari harga IPO US$135 hingga menyentuh US$225 sebelum berbalik turun. Investor kini menimbang proyeksi baru para analis di tengah risiko eksekusi dan valuasi yang dinilai tinggi.
Sejumlah bank memberikan rekomendasi positif. Morgan Stanley memulai cakupan dengan peringkat Overweight dan target US$300, menilai AI enterprise berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan besar seiring kebutuhan kapasitas komputasi dan layanan AI terkelola. Citi memasang target akhir tahun US$200, tetapi menyebut level itu bisa menjadi bagian dari jalur menuju US$900 atau lebih dalam beberapa tahun bila target rekayasa kunci tercapai dalam skala besar. Raymond James termasuk yang paling agresif, memberi peringkat Strong Buy dengan target US$800. Analis Brian Gesuale menilai SpaceX berpeluang menjadi salah satu perusahaan infrastruktur industri utama abad ini, dengan catatan pasar masa depan yang besar benar-benar terbentuk.
Rentang valuasi yang dipasang analis terlihat lebar. Dari 18 target harga, rata-ratanya US$278, dengan kisaran dari Needham di US$200 hingga Raymond James di US$800. Skenario jangka panjang Citi yang membuka peluang US$900 akan menempatkan valuasi SpaceX mendekati US$12 triliun, jauh di atas kapitalisasi pasar saat ini sekitar US$2,1 triliun dan melampaui perusahaan publik terbesar saat ini.
Bank of America menetapkan target US$235 dan menyarankan investor melihat sebagian nilai jangka panjang SpaceX melalui lensa "option value", mengingat ketidakpastian pasar luar angkasa namun perusahaan menguasai infrastruktur yang bisa menjadi kunci jika pasar tersebut berkembang. Morgan Stanley juga menekankan hasil yang masih sangat bervariasi, dengan skenario bearish US$75 dan bullish US$600, seraya menyoroti peluang di AI dan antariksa serta risiko eksekusi, pendanaan, dan teknologi.
Masuknya SpaceX ke Nasdaq 100 menyusul IPO yang disebut memecahkan rekor, menambah saham ini ke salah satu indeks teknologi yang paling banyak diikuti. Kewajiban beli dari dana pasif dapat menopang permintaan, tetapi analis menilai kinerja jangka panjang akan lebih ditentukan oleh pertumbuhan pendapatan, eksekusi Starship, ekspansi Starlink, serta peluang bisnis terkait AI.
Dari sisi valuasi, SpaceX dipandang diperdagangkan jauh di atas rata-rata Nasdaq 100. Bank of America memperkirakan SPCX berada di 118 kali laba 2027 dan 43 kali laba 2028, sementara Nasdaq 100 berada di sekitar 23 kali forward earnings, berdasarkan data Bloomberg.
Di sisi regulasi dan ekspansi, SpaceX mengajukan permohonan persetujuan FCC untuk meluncurkan dan mengoperasikan konstelasi satelit generasi ketiga berjumlah 100.000 satelit. Sistem tersebut dirancang untuk mendukung konektivitas global dan permintaan terkait AI. Elon Musk menanggapi rencana tersebut di X dengan menulis, "We're gonna need a bigger rocket! (Starship)." Pernyataan itu mengaitkan ekspansi satelit dengan sistem peluncur generasi berikutnya.
Program Starship tetap menjadi faktor sentral dalam sejumlah proyeksi optimistis. Citi menilai keberhasilan deployment Starship dapat membuka akses ke pasar antariksa dengan biaya lebih murah dan skala lebih besar yang sulit disaingi kompetitor. Pada sesi perdagangan, penurunan SPCX lebih dari 5% memangkas sekitar US$120 miliar nilai pasar, menurut CoinCodex.