TVL Solana Cetak Tertinggi dalam 5 Pekan di Tengah Pemulihan Harga
Ringkasan Pasar AI
Pemulihan Solana menuju ~$81 terjadi seiring penurunan open interest futures dan pendinginan funding, yang mengindikasikan leverage yang lebih rendah dan permintaan yang lebih didorong oleh pasar spot. Data on-chain menambah konfirmasi: pemegang jangka panjang meningkatkan porsi kepemilikan mereka dan TVL DeFi naik ~10% ke level tertinggi lima minggu, tetap bertahan selama penurunan. Pasokan stablecoin yang tinggi di Solana menunjukkan likuiditas yang memadai yang mendukung aktivitas ekosistem.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
SOL/USDT+2.58%
Wawasan AI · SOL/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Solana (SOL) kembali menguat ke kisaran US$80,84 meski para trader mengurangi posisi berleverage. Pada saat yang sama, total value locked (TVL) Solana naik ke level tertinggi sejak awal Juni—sinyal bahwa pergerakan ini didukung arus modal "uang nyata", bukan sekadar taruhan pinjaman.
Arus masuk dana ke aplikasi Solana dan pembelian dari pemegang jangka panjang meningkat, sementara posisi di pasar futures justru menyusut. Kombinasi ini menunjukkan permintaan datang dari pasar spot, bukan dari akumulasi leverage.
Leverage Menyusut Usai Terjadi Squeeze
Pada 4 Juli, SOL diperdagangkan di sekitar US$82 dengan open interest—nilai total kontrak futures yang masih terbuka—sekitar US$2,41 miliar. Funding rate, biaya kecil yang mencerminkan dominasi posisi long atau short, berada di wilayah positif 0,009%, menandakan posisi long yang padat.
Ketika pasar terkoreksi, posisi tersebut terurai. Pada 6 Juli, SOL turun ke sekitar US$79,72, nyaris 3% lebih rendah, setelah leverage long tersapu. Peristiwa seperti ini memaksa pembeli yang terlalu agresif menjual, sekaligus membersihkan posisi rapuh.
Setelah itu, open interest turun ke sekitar US$2,20 miliar dan funding mendingin ke 0,004%. Meski demikian, harga SOL pulih kembali ke US$80,84. Pemulihan di tengah open interest yang menurun mengindikasikan dorongan pembelian kini lebih banyak berasal dari spot ketimbang dana pinjaman.
Reli yang bertumpu pada leverage biasanya cepat berbalik begitu funding berubah arah. Sebaliknya, kenaikan yang tetap bertahan saat open interest turun umumnya menandakan adanya permintaan riil.
Pemegang Jangka Panjang Terus Membeli Saat Turun
Pemulihan harga juga sejalan dengan pembelian yang konsisten dari dompet paling sabar di jaringan Solana. Porsi suplai SOL yang dipegang oleh holder dengan durasi kepemilikan 1–2 tahun naik dari 14,64% menjadi 15,60% sejak 29 Juni.
Indikasi keyakinan holder ini terlihat dari HODL Waves, metrik on-chain yang mengelompokkan suplai Solana berdasarkan lamanya koin disimpan. Kelompok 1–2 tahun menambah kepemilikan selama fase guncangan, bukan melepas, dan mencatat akumulasi terbesar dalam beberapa pekan terakhir. Karena mereka terus menyerap suplai saat volatilitas meningkat, ketersediaan koin untuk dijual ikut menyusut. Penyerapan ini membantu menjelaskan mengapa tekanan jual pada 4 Juli tidak berlanjut lebih dalam.
TVL Solana Naik ke Tertinggi 5 Pekan
Keyakinan yang sama tercermin pada TVL Solana—jumlah dana yang disetor di berbagai aplikasi dalam jaringan. TVL naik sekitar 10% dari US$4,66 miliar pada 26 Juni menjadi sekitar US$5,11 miliar pada 4 Juli, sekaligus menjadi level tertinggi sejak awal Juni.
Yang penting, TVL DeFi Solana tetap naik saat open interest turun, dan mampu mempertahankan level tinggi tersebut meski harga sempat terkoreksi. Artinya, modal mengalir ke aplikasi, bukan bertambah sebagai leverage di futures.
Kenaikan deposito mulai terlihat sejak akhir Juni, bertepatan dengan periode saat pemegang jangka panjang mulai menambah posisi. Tumpang tindih ini mengisyaratkan sumber pendorong yang sama: keyakinan yang stabil, bukan transaksi cepat.
Pasokan stablecoin di Solana memperkuat narasi tersebut. Angkanya berada di sekitar US$15,6 miliar, sedikit di bawah puncak sekitar US$16 miliar yang tercatat pada 3 Juli. Ini menyisakan "dry powder" untuk mendukung pembelian lanjutan jika permintaan tetap terjaga. Pasokan stablecoin juga masih lebih tinggi dibanding level akhir Juni.
Secara keseluruhan, reset leverage, akumulasi holder, dan peningkatan TVL Solana mengarah pada satu kesimpulan: penguatan ini ditopang arus deposito dan pembeli jangka panjang, bukan oleh funding. Fondasinya cenderung lebih kokoh dibanding reli yang murni dipicu leverage, terlebih ketika harga Solana sudah naik lebih dari 9% dalam periode sepekan.
Ketahanan tren selanjutnya kemungkinan paling cepat terlihat dari TVL (indikator kesehatan jaringan) dan arus holder (indikator keyakinan on-chain).