Parlemen Rusia Sahkan RUU Pengaturan Pasar Kripto

Ringkasan Pasar AI
Duma Negara Rusia mengesahkan RUU yang menciptakan kerangka hukum bagi pelaku pasar kripto dan mengizinkan penggunaan kripto dalam perdagangan lintas batas, sembari tetap melarang pembayaran domestik untuk barang dan jasa. Ketentuan undang-undang ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 September 2026, menunggu tanda tangan Presiden Putin, dengan masa transisi hingga 1 Juli 2027. Berita ini sedikit meningkatkan kejelasan regulasi, tetapi dengan implementasi yang tertunda dan kegunaan onshore yang terbatas.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+1.59%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
BlockBeats melaporkan, 21 Juli—Duma Negara Rusia menyetujui sebuah rancangan undang-undang yang menetapkan aturan pengawasan pasar mata uang kripto. Aturan ini membangun kerangka hukum bagi operasional aset kripto di Rusia, termasuk pemanfaatannya untuk perdagangan lintas negara. Berdasarkan catatan resmi Duma Negara Rusia, parlemen merampungkan pembacaan kedua dan ketiga untuk RUU No. 11949188 berjudul "On Digital Currencies and Digital Rights", lalu mengadopsinya secara formal pada Selasa. Sebelumnya, badan legislatif telah menjadwalkan pemungutan suara final sesuai rencana. RUU tersebut merinci kerangka regulasi bagi pelaku pasar kripto, mencakup bursa kripto, broker, perusahaan manajemen aset, serta kustodian, sekaligus menetapkan persyaratan kepatuhan untuk kegiatan operasional entitas terkait. Dalam ketentuan undang-undang: aset kripto diperbolehkan digunakan untuk perdagangan luar negeri (transaksi lintas batas). Pada saat yang sama, penggunaan kripto sebagai alat pembayaran barang dan jasa di dalam negeri Rusia tetap dilarang. Ketentuan utama dijadwalkan mulai berlaku pada 1 September 2026, dengan masa transisi hingga 1 Juli 2027. Undang-undang ini masih memerlukan tanda tangan Presiden Rusia Vladimir Putin agar resmi berlaku.