Obligasi Bitcoin New Hampshire Dekati Pemungutan Suara Terakhir, Risiko Likuidasi Jadi Sorotan
Ringkasan Pasar AI
New Hampshire mendekati langkah pemerintahan terakhir untuk penerbitan obligasi conduit kena pajak senilai $100M yang didukung oleh agunan Bitcoin, sebuah struktur keuangan publik yang baru. Meski tidak ada paparan langsung terhadap pembayar pajak, peringkat Ba2 dan pemicu likuidasi cakupan agunan 140% mengindikasikan penjualan paksa setelah penurunan BTC sekitar 12,5%, menyoroti risiko pro-siklis. Perkembangan ini penting sebagai kasus uji untuk mengintegrasikan BTC ke dalam keuangan terstruktur dan dapat memengaruhi penerbitan serupa.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-0.94%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Dewan Eksekutif New Hampshire akan menggelar dengar pendapat publik pada Rabu ini terkait rencana penerbitan obligasi senilai US$100 juta untuk membiayai pembelian Bitcoin (BTC) oleh pihak swasta. Jika disetujui, ini menjadi rintangan pemerintah terakhir bagi obligasi daerah pertama yang dijaminkan dengan Bitcoin.
Risiko utama justru berada pada mekanisme likuidasi. Dalam skema ini, penurunan harga sekitar 12,5% saja dapat memicu likuidasi wajib. Setelah periode "crypto winter" memangkas harga Bitcoin lebih dari separuh, jarak menuju ambang tersebut dinilai lebih menentukan daripada hasil pemungutan suara.
Skema "conduit bond" melalui BFA
New Hampshire Business Finance Authority (BFA) meminta penyelenggaraan dengar pendapat berdasarkan ketentuan negara bagian RSA 162I. Direktur Eksekutif James KeyWallace meminta Gubernur Kelly Ayotte dan dewan beranggotakan lima orang menilai apakah proyek ini layak dan membawa manfaat.
Bila lolos, BFA akan menerbitkan taxable conduit revenue bonds. Artinya, negara bagian memfasilitasi pembiayaan tanpa ikut berutang. Dana hasil penerbitan akan dipinjamkan kepada NH CleanSpark Borrower Trust 20261, entitas yang terhubung dengan CleanSpark—perusahaan penambang berbasis Nevada yang masih menanggung kerugian besar pada kuartal pertama. Jefferies bertindak sebagai penjamin emisi, sementara struktur transaksi dirancang oleh Wave Digital Assets.
Seluruh kewajiban pembayaran berada pada peminjam, sehingga pembayar pajak tidak menanggung eksposur langsung. BFA akan menerima biaya dalam bentuk Bitcoin, sebagai modal awal untuk rencana pembentukan Bitcoin Economic Development Fund.
Konteks kebijakan: House Bill 302 yang ditandatangani pada Mei 2025 menjadikan New Hampshire negara bagian pertama yang mengizinkan bendahara negara menyimpan aset digital. Di tingkat federal, rencana Strategic Bitcoin Reserve masih tersangkut persoalan hukum.
Pemicu likuidasi 140% jadi kekhawatiran
Moody's pada 31 Maret memberikan peringkat sementara Ba2 untuk obligasi ini. Peringkat tersebut dua tingkat di bawah investment grade, masuk kategori yang lazim disebut "junk bond".
Obligasi berjangka tiga tahun ini menggunakan BitGo Trust Company untuk kustodi jaminan dalam cold storage sekaligus mengeksekusi likuidasi bila diperlukan. CleanSpark wajib menempatkan Bitcoin senilai US$160 juta sebagai jaminan atas kewajiban US$100 juta—coverage 160%. Jika rasio itu turun menjadi 140%, mekanisme likuidasi wajib dan pelunasan dipercepat akan berjalan. Dengan asumsi faktor lain tetap, penurunan harga 12,5% cukup untuk menghapus bantalan tersebut.
Riwayat volatilitas Bitcoin membuat ambang itu tampak mudah terlewati. Bitcoin sempat mencetak puncak di atas US$126.000 pada Oktober 2025, lalu turun ke sedikit di atas US$60.000 pada Februari. Di saat yang sama, rekor penjualan BTC oleh para penambang menunjukkan seberapa cepat industri mengonversi koin menjadi kas ketika tekanan meningkat.
David Krause, profesor emeritus keuangan di Marquette University, memodelkan struktur ini dan menyimpulkan bahwa ayunan historis Bitcoin sangat mungkin memicu ambang tersebut, menurut laporan Boston Globe. Ia menilai, "Meski obligasi ini dapat menjadi bukti konsep integrasi aset digital ke dalam structured finance, instrumen ini tidak cocok sebagai alat pembiayaan publik serbaguna."
Arah keputusan pada Rabu dinilai relatif dapat diprediksi karena dewan BFA sudah menyetujui kerangkanya pada 18 November. Untuk perbandingan, New York City menolak proposal serupa terkait kekhawatiran aturan pajak, menurut profesor hukum Tonya Evans. Ujian sesungguhnya ada di pasar, ketika investor harus memberi harga pada obligasi berperingkat junk dengan mempertimbangkan prospek harga Bitcoin dalam jangka dekat.