Mizuho Pangkas Target Harga Strategy ke US$213 Usai Revisi Proyeksi Bitcoin

Ringkasan Pasar AI
Mizuho memangkas target harga Strategy menjadi 213 dari 265 setelah menurunkan proyeksi Bitcoin akhir 2027 menjadi 71.500, sambil menegaskan kembali pandangan Outperform. Penjualan 3.588 BTC oleh Strategy menggalang sekitar 216M, menyisakan 843.775 BTC dan sekitar 2,55B dalam kas, membingkai ulang langkah tersebut sebagai pengelolaan likuiditas dan neraca alih-alih tekanan. BTC sempat turun mendekati 61k sebelum memantul, menyoroti sensitivitas terhadap persepsi penjualan treasury.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-0.56%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut CoinMarketCap, Mizuho menurunkan target harga saham Strategy, tetapi mempertahankan rekomendasi positif. Target baru dipatok di US$213, turun dari US$265, seiring pemangkasan proyeksi harga Bitcoin hingga akhir 2027. Penyesuaian ini dilakukan setelah Strategy melepas sebagian kepemilikan Bitcoinnya. Sebelumnya, perusahaan menjual 3.588 Bitcoin dan meraih dana sekitar US$216 juta. Setelah transaksi tersebut, Strategy tercatat memegang 843.775 Bitcoin serta memiliki cadangan kas sekitar US$2,55 miliar. Mizuho juga memangkas proyeksi jangka panjang Bitcoin menjadi US$71.500 pada akhir 2027, sehingga valuasi untuk Strategy ikut disesuaikan. Meski begitu, Mizuho tetap mempertahankan peringkat \u0022Outperform\u0022, mencerminkan pandangan positif terhadap saham perusahaan yang dikenal sebagai \u0022Bitcoin treasury\u0022. Kabar penjualan sempat menekan sentimen pasar. Bitcoin turun sebentar ke kisaran US$61.000 sebelum pulih menembus US$63.000. Seiring pemulihan Bitcoin, saham MSTR kembali bergerak di atas US$100. Data Yahoo Finance menunjukkan saham ditutup kembali di atas level psikologis tersebut dan diperdagangkan sekitar US$101 pada sesi prapembukaan. Meski demikian, sejak awal tahun MSTR masih turun lebih dari 34% di tengah tekanan pada Bitcoin dalam fase penurunan saat ini. Pelaku pasar masih terbelah menilai transaksi ini. Sebagian menilai penjualan Bitcoin mencerminkan tekanan, sementara yang lain melihatnya sebagai langkah manajemen keuangan yang lebih proaktif. Grayscale Research dalam laporan 6 Juli menyatakan investor berpotensi salah membaca transaksi ini. Menurut Grayscale, penjualan tersebut bukan pertanda kesulitan likuiditas, melainkan memperkuat posisi keuangan Strategy dengan meningkatkan likuiditas dolar AS sambil tetap mempertahankan kepemilikan Bitcoin yang besar, serta meredakan kekhawatiran atas struktur pendanaannya. Laporan itu menyebutkan dana hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung pembayaran dividen terkait sekuritas kredit digital. Sejumlah komentator pasar juga menilai Strategy memilih memenuhi kebutuhan kas dengan menjual sebagian Bitcoin, bukan menambah leverage pembiayaan, yang dinilai membantu memperbaiki tampilan neraca. Di luar aspek keuangan, transaksi ini kembali memicu pembahasan tentang peluang Strategy masuk Indeks S&P 500. Sejumlah peneliti kripto menilai kemampuan perusahaan menciptakan likuiditas lewat penjualan aset saat Bitcoin melemah menunjukkan pengelolaan kas yang lebih kuat, sehingga dapat menjawab kekhawatiran yang sebelumnya disorot S&P Global. Pengamat lain menyoroti Strategy belakangan membangun cadangan dolar AS yang besar dan membeli kembali sebagian obligasi konvertibelnya, membuat model pendanaannya tampak lebih solid. Dari perspektif pasar, perdebatan bergeser dari sekadar penjualan Bitcoin menjadi apakah perusahaan menggunakan langkah ini untuk mengurangi ketergantungan pada pembiayaan baru. Jika pandangan tersebut makin diterima investor institusional, logika valuasi Strategy berpotensi semakin bertumpu pada kualitas neraca dan kemampuan pembiayaan pasar modal yang berkelanjutan.