Analisis Harga Bitcoin: Glassnode Nilai Rebound Ditopang Permintaan yang Lemah

Ringkasan Pasar AI
Glassnode berpendapat bahwa rebound Bitcoin menuju $64K didorong oleh likuiditas yang tipis, bukan oleh permintaan spot yang luas, dengan volume spot yang menurun, CVD yang melemah di pasar spot dan perpetual, serta positioning opsi yang defensif. Sentimen ritel mendingin di tengah likuidasi posisi long dan open interest futures yang sebagian besar datar, mengindikasikan positioning tanpa keyakinan. Arah jangka dekat dapat bergantung pada apakah aktivitas pembelian kembali meningkat seiring katalis makro seperti CPI/PPI dan headline kebijakan.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+1.19%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bitcoin sempat memantul mendekati US$64.000 sebelum kembali turun ke area 62 ribu. Firma analitik blockchain Glassnode menilai pemulihan ini tidak sekuat yang terlihat. Meski minat institusi mulai berangsur kembali, lemahnya permintaan di pasar spot, aktivitas perdagangan yang menurun, serta posisi derivatif yang cenderung defensif menunjukkan reli belum didukung keyakinan pasar yang luas. Glassnode menyebut sejumlah indikator on-chain mengarah pada reli yang digerakkan likuiditas tipis, bukan dorongan beli agresif. Bitcoin pulih ke sekitar US$64 ribu, tetapi partisipasi spot dan aktivitas on-chain yang lesu membuat pergerakan ini dinilai minim konfirmasi. Sejumlah metrik yang disorot Glassnode antara lain: - RSI 14 hari Bitcoin naik dari 50,8 ke 66,9, mendekatkan aset ke area jenuh beli. - Volume perdagangan spot turun 21,5% dalam sepekan, dari US$5,2 miliar menjadi US$4,1 miliar. - Spot Cumulative Volume Delta (CVD) berbalik dari +US$17,2 juta menjadi -US$58,8 juta. Artinya, penjual agresif kini lebih dominan dibanding pembeli agresif meski harga naik. - CVD perpetual futures ikut merosot dari US$457,5 juta menjadi US$83,9 juta, menandakan momentum beli mulai memudar. Kesimpulan Glassnode: kenaikan terutama ditopang “likuiditas yang relatif tipis, bukan keyakinan beli yang menyeluruh”. Dari sisi ritel, sentimen mulai mendingin saat Bitcoin kesulitan bertahan di atas US$63.000. Pasar kripto secara keseluruhan turun sekitar 1,1% dengan kapitalisasi pasar kira-kira US$2,24 triliun. Dalam 24 jam terakhir, lebih dari US$250 juta posisi kripto berleverage terlikuidasi, hampir US$200 juta di antaranya berasal dari posisi long. Open interest futures nyaris tak berubah, turun tipis dari US$31,4 miliar menjadi US$31,3 miliar. Ini mengindikasikan pelaku pasar masih menahan posisi, tetapi tanpa keyakinan kuat. Open interest opsi naik terbatas ke US$28,1 miliar, tetapi masih berada di bawah kisaran historisnya. Kinerja altcoin utama bervariasi di tengah koreksi pasar. XRP mencatat penurunan terbesar di kelompok kapitalisasi besar, turun sekitar 1,5% seiring pergeseran sentimen ritel dari sangat bullish menjadi bearish. Ethereum, Solana, BNB, dan Dogecoin turun kurang dari 1%. Ethereum diperdagangkan di sekitar US$1.782. Pelaku pasar memantau US$1.700 sebagai support kunci serta US$1.840–US$1.850 sebagai zona resistance berikutnya. Analis kripto Ted Pillow menyebut selama Ethereum bertahan di atas US$1.750, peluang menuju US$2.000 masih terbuka. Glassnode menilai beberapa sesi perdagangan ke depan akan menentukan apakah aktivitas beli cukup menguat untuk menopang reli. Analis on-chain Ali Martinez menambahkan akumulasi whale berlanjut sejak Juni, dengan Accumulation Trend Score Bitcoin tetap mendekati 1. Meski begitu, ia memperingatkan setelah kehilangan level midrange US$63.000, Bitcoin berpotensi menguji ulang support di sekitar US$61.700 sebelum mencoba naik lagi. Ke depan, data inflasi CPI dan PPI pekan ini, potensi pembaruan terkait akumulasi Bitcoin oleh Strategy (MSTR), serta pembahasan ulang seputar CLARITY Act berpeluang memengaruhi arah pasar.