Celah Keamanan Coldcard Picu Pencurian Lebih dari US$88 Juta dalam BTC

Ringkasan Pasar AI
Laporan tentang kerentanan keacakan dalam pembuatan seed Coldcard yang dikaitkan dengan pencurian sekitar 1.367 BTC (lebih dari $88 juta) meningkatkan persepsi risiko counterparty dan operasional terkait keamanan perangkat keras self-custody. Insiden ini dapat meningkatkan kehati-hatian dalam jangka dekat terhadap hardware wallet dan memperbarui sorotan terhadap praktik keamanan vendor serta kebijakan retensi data, yang berpotensi membebani sentimen risiko kripto yang lebih luas meskipun dampak langsungnya terkonsentrasi pada dana pengguna yang terdampak.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+1.48%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Odaily Planet Daily melaporkan, celah pada aspek keacakan (randomness) saat pembuatan seed di dompet hardware Coldcard produksi Coinkite dimanfaatkan pelaku ancaman untuk mencuri lebih dari 1.000 BTC dalam dua hari terakhir. Data Galaxy Research mencatat, per Sabtu pukul 17.36 Waktu Bagian Timur AS, total dana yang terdampak mencapai 1.367 BTC dengan nilai kerugian melampaui US$88 juta. Untuk memberi tahu pengguna yang berpotensi terdampak, Coinkite mengirim peringatan keamanan ke alamat email yang tersimpan melalui sistem toko dan newsletter sejak 2019. Coldcard mengonfirmasi email tersebut memang berasal dari Coinkite dan menyatakan perusahaan telah menghubungi seluruh alamat yang dapat diakses semaksimal mungkin. Di sisi lain, Coinkite mendapat kritik karena menyimpan data email pelanggan. Perusahaan menyebut kebijakan publiknya menyatakan email pembelian disimpan agar pelanggan dapat masuk dan memeriksa informasi lain. Coinkite menambahkan bahwa data tersebut kini sudah dibersihkan, tetapi tidak merinci kapan penghapusan dilakukan, serta menyatakan alamat email akan disimpan "sementara". Sebelumnya, salah satu pendiri sekaligus CEO Coinkite, Rodolfo Novak, pernah menyatakan perusahaan tidak menyimpan informasi pelanggan dan menghapus data pelanggan 90 hari setelah pembelian, serta menyediakan opsi pembelian anonim.