Timmer dari Fidelity: Bitcoin Berpotensi Uji Area Support US$60.000

Ringkasan Pasar AI
Jurrien Timmer dari Fidelity berpendapat Bitcoin mendekati zona dukungan "power law" jangka panjang (~$58k), dengan $60k sebagai level psikologis dan struktural utama. Ia melihat kenaikan dalam jangka dekat terbatas karena pertumbuhan likuiditas global telah melambat dan premi spekulatif sebelumnya sebagian besar telah terserap. Kerangka ini menyiratkan risiko pengujian ulang dukungan dan konsolidasi yang berlanjut hingga kondisi likuiditas makro membaik.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.40%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
CoinDesk melaporkan, Jurrien Timmer, Global Macro Director di Fidelity Investments, menilai Bitcoin tengah mendekati zona support penting dalam model harga jangka panjangnya. Meski demikian, ia melihat kondisi makro saat ini belum cukup kuat untuk memicu pembalikan tren yang tegas. Menurut Timmer, pasar belum memiliki katalis baru untuk mendorong kenaikan, sehingga dalam waktu dekat Bitcoin lebih berpeluang menguji level support terlebih dahulu. Area US$60.000 disebutnya sebagai level kunci yang perlu dicermati. Kerangka acuan yang digunakan Timmer adalah model harga "power law" Bitcoin. Model ini memetakan rentang harga Bitcoin pada berbagai siklus historis menggunakan kurva logaritmik jangka panjang, termasuk garis resistance atas, garis tren median, dan garis support bawah. Berdasarkan model tersebut, garis support jangka panjang Bitcoin saat ini berada di sekitar US$58.237, sehingga area US$60.000 menjadi fokus utama pelaku pasar. Artikel itu menambahkan, level ini memiliki arti psikologis sekaligus dipandang sebagai titik pivot penting dalam struktur harga jangka panjang. Dalam sejarahnya, titik terendah harga beberapa kali mendekati garis support model. Pada siklus sebelumnya, Bitcoin kerap mendekati zona support jangka panjang saat terjadi koreksi besar: titik terendah 2015 sekitar US$230 dengan support model sekitar US$252; titik terendah 2018 sekitar US$3.204 dengan support model sekitar US$2.521; dan titik terendah 2022 sekitar US$16.366 dengan support model sekitar US$15.006. CoinDesk juga menyoroti indikator premium di bawah model yang mengukur seberapa jauh harga Bitcoin berada di atas dasar struktural. Pada fase bull market sebelumnya, premium ini sempat melebar tajam, tetapi kini sebagian besar sudah terkikis. Timmer menilai pembalikan arah masih bergantung pada pemulihan likuiditas. Ia menekankan, agar Bitcoin mampu memantul kuat dan kembali bergerak jauh di atas zona support, likuiditas global perlu membaik. Laju pertumbuhan jumlah uang beredar global telah melambat, sementara premium spekulatif yang sebelumnya mendorong proyeksi harga di atas US$120.000 juga sudah surut. Dengan latar tersebut, Timmer tidak menyimpulkan bahwa pasar telah mencapai titik bottom. Artikel tersebut memperkirakan, meski support jangka panjang masih bertahan, Bitcoin berpotensi bergerak mendatar dalam fase konsolidasi untuk sementara waktu sebelum pembalikan tren yang lebih jelas terbentuk.