Fed berpeluang 69,4% menaikkan suku bunga 25 bps pada September jelang rilis CPI
Ringkasan Pasar AI
Menjelang rilis CPI Agustus, FedWatch mengindikasikan probabilitas 69,4% untuk kenaikan 25 bp dibandingkan 30,6% untuk tidak ada perubahan, menjadikan data inflasi sebagai katalis utama menjelang keputusan 16 September. Pasar sangat sensitif terhadap core CPI MoM, di mana angka yang lebih kuat akan memperkuat ekspektasi pengetatan. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi biasanya mendukung USD dan menekan aset berisiko yang sensitif terhadap durasi dalam jangka pendek.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSIDXY2USD/USDT+0.13%
Wawasan AI · NCSIDXY2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
BlockBeats melaporkan, data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Agustus akan dirilis sekitar satu jam lagi pada 11 September dan dinilai dapat memengaruhi keputusan The Fed terkait kemungkinan kenaikan suku bunga pertama dalam lebih dari tiga tahun.
Berdasarkan data "FedWatch" dari CME, peluang The Fed menahan suku bunga bulan ini sebesar 30,6%, sedangkan peluang kenaikan 25 basis poin (bps) mencapai 69,4%.
Keputusan suku bunga Federal Reserve berikutnya dijadwalkan pada 16 September (pukul 02.00 WIB Beijing, 17 September). Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis CPI Agustus pada pukul 20.30 waktu Beijing malam ini. Konsensus pasar memperkirakan CPI utama naik 0,4% secara bulanan (month-over-month/MoM) dan 3,4% secara tahunan (year-over-year/YoY). Sementara CPI inti diproyeksikan naik 0,2% MoM dan 2,4% YoY.
Data ini menjadi rujukan penting bagi keputusan pekan depan terkait apakah The Fed akan memulai kenaikan suku bunga pertama dalam lebih dari tiga tahun. Kenaikan terakhir terjadi pada 26 Juli 2023, saat The Fed menaikkan suku bunga 25 bps sehingga rentang target federal funds rate menjadi 5,25%–5,50%.
Perhatian pasar terutama tertuju pada angka CPI inti MoM. Sejumlah analisis menilai kenaikan 0,2% dapat membuka ruang untuk mempertahankan suku bunga, sedangkan kenaikan 0,4% berpotensi kuat mendorong kebijakan ke arah kenaikan. Jika data berada di 0,3%, pelaku pasar diperkirakan mencermati angka yang belum dibulatkan serta komponen seperti perumahan, jasa, dan barang inti.