Blockchain Association Desak Batas P2P Diperjelas dalam Aturan Stablecoin AS

Ringkasan Pasar AI
Blockchain Association mendesak regulator A.S. untuk membatasi aturan identifikasi pelanggan stablecoin pada hubungan langsung penerbit-pelanggan dan secara eksplisit mengecualikan transfer P2P independen serta aktivitas pasar sekunder, yang menurut perkiraan lembaga merupakan ~99% dari transaksi stablecoin. Jika tercermin dalam aturan final, hal ini akan mengurangi ketidakpastian kepatuhan dan beban operasional bagi penerbit dan perantara, sekaligus mempertahankan fokus AML pada on/off-ramp dan hubungan kustodian. Pasar dapat bereaksi terhadap kejelasan regulasi melalui repricing risiko.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+1.26%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Blockchain Association meminta lima lembaga federal AS membatasi kewajiban pemeriksaan identitas nasabah stablecoin hanya pada hubungan langsung antara penerbit dan pengguna. Organisasi ini mendorong regulator mengecualikan transfer peer-to-peer (P2P) yang terjadi secara independen dari kewajiban identifikasi pelanggan, serta meminta definisi yang lebih tegas agar kepatuhan tidak tumpang tindih. Masukan tersebut disampaikan menjelang batas akhir komentar 21 Agustus dan dirangkum kembali pada 24 Agustus. Dalam pernyataannya, Blockchain Association menyatakan mendukung tujuan aturan untuk menekan penggunaan aset digital untuk aktivitas ilegal, tetapi menilai rancangan saat ini masih memerlukan definisi yang lebih jelas, pengurangan pemeriksaan ganda, serta ruang bagi teknologi identitas digital. Program identifikasi pelanggan untuk penerbit stablecoin FinCEN, OCC, Federal Reserve, FDIC, dan NCUA pada Juni mengajukan usulan program identifikasi pelanggan bagi penerbit "permitted payment stablecoin" di bawah GENIUS Act. Rancangan itu mewajibkan penerbit membangun program identifikasi pelanggan tertulis berbasis risiko. Dalam kerangka tersebut, penerbit akan mengumpulkan nama, alamat, tanggal lahir atau tanggal pendirian, serta nomor identifikasi, lalu memverifikasi identitas melalui metode dokumenter maupun nondokumenter. Catatan umumnya harus disimpan selama lima tahun setelah penutupan akun. Blockchain Association menilai kewajiban tersebut semestinya berlaku ketika penerbit secara langsung menerbitkan, menebus, mengonversi, membeli kembali, atau menyimpan stablecoin untuk pelanggan. Batas tegas untuk transfer P2P Organisasi ini meminta agar kewajiban identifikasi tidak diperluas ke transfer P2P independen. Menurutnya, penerbit tidak seharusnya dibebani kewajiban tersebut bila mereka tidak menjadi perantara, memfasilitasi, atau menyetujui transaksi. Rancangan aturan pada dasarnya mengecualikan aktivitas pasar sekunder dari definisi "pelanggan". Contoh yang disebut mencakup transfer dari dompet yang dikelola sendiri (self-hosted wallets), transaksi di bursa, serta pembayaran ke pedagang. Lembaga-lembaga tersebut juga memperkirakan sekitar 99% aktivitas transaksi stablecoin berlangsung di pasar sekunder. Blockchain Association juga meminta penegasan definisi untuk akun, pelanggan, dan penyedia layanan aset digital, serta mengimbau regulator mencegah kewajiban kepatuhan yang saling menumpuk. Identitas digital masih dibahas Asosiasi mendorong penggunaan alat identitas digital dan teknologi yang interoperabel. Usulan aturan sudah mengizinkan verifikasi melalui metode dokumenter dan nondokumenter, dan regulator meminta masukan apakah aturan final perlu secara eksplisit mengakui identitas digital serta verifiable credentials. Dalam skema yang diusulkan, penerbit juga dapat mengandalkan pemeriksaan tertentu dari lembaga keuangan yang diawasi pemerintah federal, dengan syarat ada kontrak, sertifikasi tahunan, dan prosedur yang wajar. Tanggung jawab kepatuhan tetap berada pada penerbit. Masa komentar berakhir 21 Agustus dan regulator akan meninjau seluruh masukan sebelum menerbitkan aturan final. Penerbit akan diberi waktu 12 bulan setelah aturan dipublikasikan untuk memenuhi ketentuan tersebut. Kerangka GENIUS Act yang lebih luas diperkirakan akan membatasi penerbitan payment stablecoin tanpa lisensi di AS mulai 18 Januari 2027.