Arthur Hayes: Pasar Bull Bitcoin Baru Sudah Dimulai

Ringkasan Pasar AI
Pergerakan Bitcoin di atas $80,000 bersamaan dengan arus masuk spot ETF yang besar dan penutupan posisi short di derivatif telah memperkuat positioning kripto risk-on. Arthur Hayes mengatribusikan reli tersebut sebagian pada dorongan likuiditas yang diantisipasi dari Departemen Keuangan AS yang menaikkan batas atas pada operasi tertentu terkait buyback jangka panjang, meski para pejabat membingkai alat tersebut sebagai likuiditas pasar dan manajemen kas alih-alih stimulus. Fokus bergeser ke implementasi 9 Sept. untuk konfirmasi melalui volume repo, imbal hasil, dan dinamika TGA.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+1.82%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
CoinDesk melaporkan, Bitcoin menembus US$80.000 pada 25 Agustus dan memicu pernyataan Arthur Hayes—pendiri bersama BitMEX—bahwa siklus bull baru telah dimulai. Sejumlah media asing mengaitkan reli ini dengan langkah Departemen Keuangan AS (U.S. Treasury) yang memperluas batas atas pembelian kembali (buyback) Treasury jangka panjang, yang dinilai pasar sebagai sinyal menuju kondisi likuiditas yang lebih longgar. Dalam reli tersebut, Bitcoin sempat melampaui US$81.000, jauh di atas level di bawah US$65.000 sebelum U.S. Treasury mengumumkan penyesuaian skema repurchase. Pergerakan itu menjadi salah satu kenaikan mingguan terkuat dalam beberapa bulan terakhir. Meski begitu, laporan menekankan urutan waktu tidak otomatis membuktikan hubungan sebab-akibat. Selain kabar buyback, beberapa faktor lain juga disebut berperan dalam kenaikan harga, termasuk arus masuk ke ETF spot Bitcoin, aksi short covering di pasar derivatif, serta melemahnya dolar AS. Pada 19 Agustus, ETF spot Bitcoin di AS mencatat arus masuk bersih sekitar US$517 juta. Setelah menembus US$71.000, reli Bitcoin disebut makin menguat akibat likuidasi. Imbal hasil (yield) Treasury AS tenor 10 tahun dan 30 tahun sempat turun lalu pulih sebagian. Hayes menilai buyback sebagai sinyal likuiditas. Dalam artikel yang terbit 25 Agustus, ia menulis bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent memutuskan menaikkan batas volume repurchase Treasury jangka panjang. Menurut Hayes, langkah itu berpotensi menekan yield jangka panjang, meningkatkan daya tarik relatif aset berisiko, dan mendorong aliran dana ke Bitcoin. U.S. Treasury mengonfirmasi bahwa mulai 9 September 2026 hingga 4 November 2026, batas per operasi untuk sejumlah repurchase agreement pendukung likuiditas jangka panjang akan dinaikkan dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar. Hayes berpendapat operasi tersebut akan menambah likuiditas dolar AS. Pemerintah, di sisi lain, mendefinisikan instrumen itu secara berbeda: pernyataan resmi menyebut tujuannya meningkatkan likuiditas obligasi yang beredar dan mengelola posisi kas, bukan sebagai stimulus moneter. Artinya, tafsir pasar terhadap repurchase masih kuat dipengaruhi ekspektasi, dan ada jarak antara tindakan resmi dan harapan pelaku pasar. Laporan juga mencatat, saat Hayes mengunggah pandangannya, batas buyback yang lebih tinggi belum diberlakukan, dengan implementasi dijadwalkan mulai September. U.S. Treasury sebelumnya memperkirakan kebutuhan pinjaman kuartal III sebesar US$739 miliar dan mengasumsikan saldo kas US$950 miliar di Treasury General Account (TGA) pada akhir September. Hayes menambahkan TGA bisa menjadi sumber pendanaan potensial lain. Namun, pemerintah AS belum mengumumkan penggunaan penuh saldo tersebut maupun berkomitmen mengalokasikan US$1 triliun untuk buyback obligasi, sehingga masih bersifat spekulatif. Di saat yang sama, Federal Reserve Bank of New York menjalankan pembelian untuk pengelolaan cadangan (reserve management purchases) terpisah sekitar US$10 miliar. Laporan menegaskan, skema ini bertujuan menjaga kecukupan cadangan di sistem perbankan dan tidak termasuk dalam program repurchase U.S. Treasury. Hayes juga menyebut posisinya sudah berada pada tingkat risiko maksimum. Ia mengatakan family office miliknya, Maelstrom, telah mengubah portofolio ke stance "maximum risk" dengan eksposur utama pada Bitcoin, Ethereum, Ethena, dan Ether.fi. Ia tidak mengungkap ukuran posisi maupun catatan kepemilikan yang dapat diverifikasi secara independen. Hayes mengingatkan bahwa meski pasar terus naik, koreksi besar tetap mungkin terjadi. Menurut laporan, titik pengamatan berikutnya yang lebih jelas adalah 9 September, saat batas yang lebih tinggi untuk operasi repo Treasury AS jangka panjang resmi berlaku. Setelah itu, pasar dapat menilai lebih lanjut hubungan antara volume repo aktual, yield Treasury AS, saldo TGA, dan kinerja harga Bitcoin.