Bill Miller dan Michael Saylor Tetap Optimistis soal Prospek Bitcoin
Ringkasan Pasar AI
Komentar CNBC dari Bill Miller dan Michael Saylor memperkuat narasi Bitcoin jangka panjang yang konstruktif setelah penurunan baru-baru ini ke sekitar $61,700. Miller membingkai BTC sebagai alternatif terhadap ekspansi fiat dan lindung nilai inflasi yang potensial di tengah utang yang lebih tinggi dan kemungkinan respons kebijakan yang didorong AI. Saylor berpendapat eksposur BTC korporat Strategy dapat tetap efektif tanpa kenaikan BTC tahunan yang terlalu besar, mendukung sentimen terhadap permintaan kepemilikan institusional.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.40%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bitcoin, mata uang kripto terbesar, kembali menguat ke level US$61.700 setelah sempat merosot hingga di bawah US$58.000. Meski pulih, harganya masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa.
Koreksi terbaru memicu pertanyaan soal arah Bitcoin dan pasar. Dua pendukung Bitcoin yang dikenal luas, Bill Miller dan Michael Saylor, menilai prospek jangka panjangnya tetap solid.
Dalam wawancara dengan CNBC, Bill Miller dari Miller Value Partners mengatakan investor melakukan kesalahan besar. Menurutnya, pasar terlalu terpaku pada pergerakan harga jangka pendek dan kurang memperhatikan kondisi ekonomi yang menopang Bitcoin. Ia menegaskan, "alasan fundamental keberadaan Bitcoin tidak pernah sekuat sekarang. Kami tetap sangat optimistis untuk jangka panjang."
Menanggapi kritik bahwa Bitcoin tidak memiliki kegunaan nyata, Miller menyebut BTC dirancang sebagai alternatif terhadap praktik pencetakan uang tanpa batas pasca-krisis keuangan 2008, dan fungsi tersebut justru makin relevan saat ini. Ia juga menyinggung narasi yang berkembang bahwa AI berpotensi sangat deflasi, sehingga pemerintah bisa terdorong mencetak lebih banyak uang untuk mengelola beban utang yang meningkat. Dalam konteks itu, Miller menilai BTC tetap berperan sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Kenaikan 3% Bitcoin Sudah Cukup
Jika Miller melihat Bitcoin dari sudut pandang makro, Michael Saylor mengambil pendekatan yang lebih praktis. Saylor menyampaikan bahwa perusahaannya, Strategy, tidak membutuhkan lonjakan harga Bitcoin yang eksplosif untuk terus mengungguli para pesaing.
Kepada CNBC, Saylor mengatakan ada anggapan di kalangan investor bahwa Bitcoin harus naik 30% setiap tahun agar strategi Bitcoin perusahaan berjalan dan agar sahamnya menguntungkan. Ia menepis hal itu. "Bitcoin cukup naik sekitar 3%, bukan 30%. Dengan kenaikan nilai 8% sampai 10%, saham kami bisa mengungguli Bitcoin. Dengan kenaikan 15%, saham kami bisa menghasilkan imbal hasil 20% sampai 25%."
Saylor menambahkan perusahaan memiliki rentang opsi yang luas dan fleksibilitas operasional yang besar. "Banyak sekali yang bisa kami lakukan."
*Ini bukan nasihat investasi.
Lanjutkan membaca: Bill Miller dan Michael Saylor, dua pendukung terbesar Bitcoin, berbicara soal masa depan BTC! Saylor: "Saya hanya perlu naik 3 persen!"