Bitcoin Tembus US$81.000 saat Emas Dekati Rekor Tertinggi 27 Tahun

Ringkasan Pasar AI
Bitcoin sempat menembus $81.000 seiring reli emas yang tajam, dengan kedua pergerakan tersebut dikaitkan dengan USD yang lebih lemah dan imbal hasil Treasury yang sedikit lebih rendah, memperkuat bid makro "debasement"/aset riil. Fokus kini bergeser ke komunikasi Fed yang akan datang menjelang Jackson Hole, di mana panduan mengenai suku bunga dan persepsi independensi Fed dapat dengan cepat memperketat atau melonggarkan kondisi keuangan, yang berpotensi memperbesar volatilitas lintas aset pada BTC dan pasar lain yang sensitif terhadap makro.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+4.28%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bitcoin (BTC) sempat menyentuh US$81.165 pada Selasa sebelum turun tipis ke US$80.792. Dalam 24 jam terakhir, BTC naik 4,5% seiring emas melaju ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Penguatan keduanya dipicu faktor yang serupa: dolar AS yang melemah dan imbal hasil obligasi yang menurun mendorong aliran dana ke aset lindung nilai, termasuk emas dan Bitcoin. Pelaku pasar juga menanti sinyal arah suku bunga berikutnya. Emas lanjutkan reli menuju puncak 27 tahun Emas spot naik 0,6% menjadi US$4.677,19 per ons pada Selasa, level terbaik sejak pertengahan Mei. Sepanjang bulan ini, harga emas telah menguat sekitar 13%. Kontrak berjangka emas juga sempat menyentuh puncak tiga bulan di sekitar US$4.720. Analis UOB menilai reli kali ini sebagai kinerja bulanan terbaik emas sejak 1999, mengacu pada data yang dikutip dalam laporan. Lonjakan bulanan yang sebanding terakhir terjadi pada September 1999, saat sejumlah bank sentral Eropa sepakat membatasi penjualan emas, yang mengakhiri tren penurunan harga berkepanjangan. Reli bulan ini disebut didorong dinamika berbeda, yakni reaksi investor terhadap pelemahan dolar dan munculnya kembali kekhawatiran soal independensi The Fed, bukan guncangan pasokan dari bank sentral. Pelemahan dolar dan turunnya yield menjadi pendorong utama Indeks Dolar AS turun 0,8% bulan ini, membuat emas berdenominasi dolar lebih murah bagi pembeli luar negeri. Imbal hasil Treasury sempat bertahan tinggi sepanjang sebagian besar Agustus, tetapi rencana buyback obligasi pemerintah menahan yield sekitar 3 basis poin lebih rendah untuk bulan berjalan, sehingga menurunkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Bitcoin bergerak searah. Pekan lalu BTC sempat turun di bawah US$80.000 ketika rencana buyback Treasury menuai kritik, lalu kembali merebut level tersebut dan melanjutkan kenaikan. Seorang eksekutif Strive baru-baru ini menyebut penguatan Bitcoin relatif terhadap emas sebagai sinyal bahwa fase bear market aset tersebut telah berakhir. Perhatian pasar kini tertuju pada Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang dijadwalkan berbicara menjelang simposium Jackson Hole pekan ini, pertemuan tahunan bank sentral yang kerap menjadi panggung sinyal kebijakan ke depan. Nada yang hawkish berpotensi menahan reli kedua aset. Analis Citi menilai kejutan dovish justru dapat membuat pasar kembali fokus pada "debasement trade", mencerminkan kekhawatiran baru mengenai independensi The Fed dan keberlanjutan utang AS. Respons Bitcoin terhadap sinyal kebijakan pekan ini masih sulit dipastikan, mengingat rekam jejaknya yang kerap menyimpang dari aset safe haven tradisional meski latar makro terlihat sejalan. Untuk saat ini, pasar emas dan Bitcoin menilai risiko yang mirip. Dolar yang lebih lemah dan yield yang tertahan telah mendorong reli, sementara langkah The Fed berikutnya akan menentukan apakah tren ini berlanjut atau mulai tertahan.