AFX Trade Tawarkan Bounty US$7,2 Juta untuk Memulihkan 70% dari US$24,15 Juta USDC yang Dicuri
Ringkasan Pasar AI
Kerugian bridge USDC AFX Trade sebesar $24,15 juta di Arbitrum menyoroti risiko bridge dan manajemen kunci yang masih terus berlanjut, dengan penyerang menukar hasilnya menjadi ETH. Meski bridge native Arbitrum tidak terdampak, insiden ini menegaskan bahwa kunci penandatangan validator offchain dapat menjadi titik kegagalan kritis di luar audit smart contract. Tawaran bounty publik bergaya whitehat sebesar 30% menegaskan ketidakpastian pemulihan dan dapat membebani selera risiko di seluruh DeFi Arbitrum.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
AR/USDT-2.30%
Wawasan AI · AR/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
AFX Trade, bursa terdesentralisasi (DEX) yang beroperasi di Arbitrum, kehilangan US$24,15 juta dalam USDC akibat serangan pada jembatan (bridge). Proyek ini kini pada dasarnya membuka negosiasi dengan pelaku, dengan menawarkan sekitar US$7,2 juta agar sisa dana dikembalikan.
Skema "whitehat bounty" yang disampaikan secara terbuka oleh Head of Growth AFX, Ken C, mengusulkan pelaku boleh mempertahankan 30% dari dana yang dicuri sebagai "bounty", dengan syarat mengembalikan 70% sisanya.
Kronologi insiden
Eksploit terjadi pada 22 Juli 2026 dan menargetkan custody bridge milik AFX Trade, bukan smart contract AFX maupun infrastruktur dasar Arbitrum. Penyerang disebut berhasil mengompromikan kunci penandatanganan validator offchain. Setelah akses didapat, dana sekitar US$24,15 juta USDC dikuras dari bridge.
Dana tersebut kemudian dipindahkan ke Ethereum dan ditukar menjadi sekitar 12.467 ETH. Saat itu ETH diperdagangkan di kisaran US$1.937 per koin. AFX segera menangguhkan operasional bridge setelah pelanggaran terdeteksi.
Perusahaan keamanan Blockaid dan PeckShield mengonfirmasi serangan tersebut, serta menegaskan native bridge milik Arbitrum tidak terdampak.
Bagian dari masalah yang lebih luas
AFX bukan satu-satunya korban pada pekan itu. Serangan ini termasuk dalam gelombang eksploit terfokus pada 22#23 Juli yang secara total memicu kerugian melampaui US$35 juta di berbagai platform. Dalam cakupan lebih luas, sepanjang Juli 2026 kerugian terkait peretasan tercatat hampir US$97 juta, berdasarkan data Blockaid dan PeckShield.
Kasus AFX menonjol karena tidak berawal dari celah smart contract. Kontrak berjalan sesuai rancangan. Titik lemahnya ada pada pengelolaan kunci validator offchain. Audit smart contract hanya menguji satu lapisan keamanan. Praktik keamanan operasional seperti manajemen kunci, pemilihan validator, dan arsitektur bridge kerap luput dari perhatian pengguna, padahal menjadi permukaan serangan yang besar.