ABA Mengkritik Aturan Final Stablecoin GENIUS dari OCC
CoinDesk melaporkan: American Bankers Association (ABA) menilai aturan final OCC atas GENIUS Act “menggerus” maksud Kongres AS. Kelompok lobi yang mewakili industri perbankan AS itu menyoroti perampungan aturan OCC soal penerbitan dan penitipan stablecoin pembayaran, dan berpendapat interpretasi regulator bertentangan dengan kehendak Kongres. Dalam pemberitahuan yang terbit Rabu, ABA menyatakan aturan final OCC sudah memuat “sejumlah langkah positif” dalam menerapkan GENIUS Act, namun organisasi itu tetap mengkritik ketentuan soal imbal hasil (yield) stablecoin.
Regulator menghapus klausul yang semula hendak menetapkan praduga bahwa pengaturan pihak ketiga tertentu melanggar larangan pembayaran imbal hasil. Menurut ABA, “Aturan final menghapus pengaman yang awalnya diusulkan OCC untuk menangani pengaturan tidak langsung yang melibatkan afiliasi, bursa, dan mitra distribusi lain. Akibatnya, penerbit stablecoin pembayaran secara teknis dapat menghindari larangan undang-undang sambil tetap menawarkan manfaat yang setara secara ekonomi. OCC juga menolak menerapkan praduga yang lebih luas bahwa pengaturan yang dirancang untuk mengelabui larangan memang dimaksudkan demikian.”
Organisasi itu menambahkan, celah tersebut berpotensi melemahkan batas yang ditarik Kongres antara stablecoin pembayaran dan deposito bank konvensional, sekaligus mengancam sumber pendanaan yang diandalkan bank untuk menyalurkan kredit dan menjaga roda ekonomi AS.
Imbal hasil stablecoin menjadi salah satu isu kunci yang diperdebatkan legislator dan kelompok kepentingan sebelum dan sesudah GENIUS Act disahkan pada Juli 2025. Isu ini masih dalam pembahasan seiring berlanjutnya diskusi Digital Asset Market Clarity Act. RUU kerangka komprehensif pasar kripto itu masih tertahan setelah gagal lolos pemungutan suara prosedural di Senat bulan lalu.
Blockchain Association justru mendukung perubahan larangan imbal hasil, dengan menyatakan OCC “membawa aturan final lebih dekat ke teks undang-undang.” Kelompok lobi perbankan lain, Bank Policy Institute, sebagian besar mendukung posisi ABA dan menilai “keputusan menghapus praduga imbal hasil menggantikan kejelasan dengan ambiguitas dan membuka sistem perbankan serta nasabahnya pada risiko arus keluar deposito.”
OCC merampungkan aturan terkait sebelum GENIUS Act berlaku pada Januari 2027. Lembaga pemerintah lain, termasuk Federal Reserve dan Departemen Keuangan, diperkirakan menerbitkan regulasi pelengkap GENIUS di wilayah yurisdiksi masing-masing terkait stablecoin. Laporan terkait: ABA dan kelompok perbankan negara bagian menentang ketentuan imbal hasil stablecoin dalam CLARITY Act