Holder jangka panjang jadi penopang jangka pendek BTC di tengah volatilitas pasar
Ringkasan Pasar AI
10x Research mencatat volatilitas BTC didorong oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan dan arus keluar ETF yang memperbesar tekanan jual, sementara akumulasi oleh pemegang jangka panjang memberikan dukungan jangka pendek. Pergeseran berikutnya ke data ketenagakerjaan yang lebih lemah mendorong mundur ekspektasi kenaikan suku bunga (dari Oktober 2026 ke Desember), sehingga sedikit meredakan hambatan makro. Faktor musiman disebut mendukung untuk Juli, meskipun pasar sering berkonsolidasi hingga Agustus'September, membentuk penempatan posisi dan selera risiko dalam jangka pendek.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.54%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut ME News, pada 3 Juli (UTC+8), 10x Research merilis analisis yang menyebut data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan sempat memicu volatilitas harga Bitcoin. Arus keluar ETF kemudian memperbesar tekanan jual, meski aksi beli agresif dari holder jangka panjang membantu menahan penurunan.
Di sisi lain, data ketenagakerjaan yang lebih lemah mendorong mundur ekspektasi pasar terkait kenaikan suku bunga berikutnya dari Oktober 2026 ke Desember, sehingga memberi dukungan jangka pendek bagi Bitcoin.
10x Research juga menyoroti bahwa secara historis Juli cenderung menjadi bulan yang kuat bagi Bitcoin, dengan rata-rata kenaikan 9,1%. Biasanya pasar memasuki fase konsolidasi pada Agustus hingga September, dan September berpotensi menjadi titik terendah dalam siklus ini. Rebound terbaru Bitcoin dari US$58.500 ke US$61.500 dinilai dapat membuka peluang penempatan posisi baru bagi para trader. (Sumber: ODAILY)