Laba semesteran Shell melonjak 70% ke US$16.75 miliar di tengah volatilitas harga minyak akibat perang Iran
Shell melaporkan laba dasar semester pertama sebesar US$16.75 miliar (£12.55 miliar), naik 70% dibandingkan tahun lalu dan melampaui perkiraan. Perusahaan mengaitkan lonjakan kinerja tersebut dengan volatilitas tajam pasar minyak yang dipicu perang Iran, yang memberi peluang bagi divisi perdagangan minyaknya untuk memanfaatkan pergerakan harga. Perkembangan ini menyoroti dampak konflik geopolitik terhadap pasar minyak spot dan aktivitas perdagangan.